cropped-10333.png
MTs NEGERI 3 TULUNGAGUNG
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Calon OSIM MTsN 3 Tulungagung di KWE Puspa Jagad yang Mengesankan
Home » Berita  »  Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Calon OSIM MTsN 3 Tulungagung di KWE Puspa Jagad yang Mengesankan
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Calon OSIM MTsN 3 Tulungagung di KWE Puspa Jagad yang Mengesankan

Oleh. Sayyidah Nafisah Nisa Illah (8A)

Sifat kepemimpinan dan kerja sama merupakan sepasang kunci dasar yang harus ada dalam sebuah organisasi supaya dapat tercipta suatu iklim sosial yang baik, dan membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja. Dan kali ini saya sebagai salah satu Calon Pengurus OSIM ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya selama mengikuti kegiatan-kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Kampung Wisata Ekologis Puspa Jagad dari awal hingga kepulangan.

Seperti pengertian LDKS sendiri, kala itu saya diajarkan banyak hal tentang kepemimpinan, kedisiplinan, dilatih untuk menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab, mandiri, disiplin, yang dapat bersikap inovatif, serta berbagai hal lainnya yang menyangkut dengan keorganisasian. LDKS merupakan sebuah syarat wajib, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama itu merupakan suatu awalan yang penuh tantangan dan menyenangkan.

Jum’at siang, 19 November 2021 ialah hari di mana kami berangkat menuju lokasi KWE Puspa Jagad. Jiwa dan raga t’lah disiapkan dengan sempurna untuk menempuh hari-hari selama berada di sana. Sesampainya di tempat, pembina membagi kami menjadi lima regu dan diberi sebuah tugas untuk menata segala bawaan di dalam tenda yang telah ditentukan. Perkara tenda pun dapat dijadikan sebuah pelajaran serta melatih kekompakan regu. Bagaimana menyusun misi agar air hujan tidak masuk dalam tenda, kerja sama menyusun tatanan barang, dan sebagainya. Menurut saya, segala hal kecil selama LDKS selalu memberikan makna, pengajaran, dan faedah.

Setelah diberi istirahat sehabis menempuh perjalanan, sirene nyaring berbunyi yang mana merupakan tanda bahwa peserta LDKS harus bergegas berkumpul ke asal suara. Kegiatan yang kami lakukan untuk pertama kali ialah menjawab pertanyaan di seutas kertas yang diberi kakak pembina. Ini mengingatkan saya dengan saat sesi wawancara karena terdapat sedikit kemiripan. Setelahnya kami diberi waktu beberapa menit untuk melaksanakan ishoma (istirahat, salat, makan), dan akan dilanjutkan dengan pembelajaran materi. Pada kegiatan hari itu kami diajarkan untuk selalu disiplin dalam hal sekecil apapun, seperti makan yang terkadang kita masih suka berlama-lama. Kami diberi materi hingga cukup malam, suatu ketika kami juga diberi sekotak kardus yang harus dimanfaatkan agar menjadi kartu nama. Semuanya berjalan semestinya hingga tiba waktu tidur dan bangun dengan sejuknya pagi di hari kedua kegiatan LDKS.

Hari kedua diisi dengan senam pagi sebagai pembuka hari, sarapan bersama, dan outbond (game, flying fox). Sayangnya karena Indonesia sedang mengalami musim hujan, maka pelaksanaan kegiatan sedikit terganggu. Namun selalu ada cara untuk mengatasinya dan terus produktif menjalani hari. Kegiatan berikutnya yakni baris-berbaris. Selain untuk latihan, pada kegiatan ini para calon pengurus dilatih agar besikap berani maju untuk memimpin. Keberanian menggambarkan sebuah pemimpin, dapatkah kita dipimpin oleh seorang penakut? Tidak. Dan itulah alasan mengapa kita harus memiliki jiwa keberanian untuk menjadi pemimpin, agar sebuah organisasi tidak menjadi berantakan. Kegiatanpun dilanjutkan dengan pemberian materi upacara, tugas yang melibatkan kekompakan, dan problem solving secara berturut-turut.

Malam hari di tanggal 20 November tiba, pihak KWE Puspa Jagad merencanakan acara api unggun dan memberi tugas untuk masing-masing regu membuat proker/event. Malam yang senyap itu menjadi meriah berkat ide kritis per-regu dalam pembuatan event. Satu jam berlalu, semuanya bersiap dan bergegas untuk jurit malam, dan berjalan menyusuri hutan berbarengan dengan kelompoknya masing-masing.

Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pelajaran yang sangat bermanfaat untuk kebelangsungan organisasi kelak. Dari kami datang hingga hari itu tiba, banyak hal yang diperoleh sehingga dapat menjadikan bekal untuk lebih memajukan madrasah dan organisasi.

Hari terakhir LDKS tiba. Kami melanjutkan berjalan menuju sungai. Menyusurinya, bermain air, semuanya berbahagia menikmatinya, seolah-olah ini hadiah dari kerja keras dari mengembangkan kepemimpinan dan lainnya. Tak lama kami melakukan perjalanan pulang, dan melakukan pelatihan untuk yang terakhir kalinya. Kami diberi renungan, semuanya bercucuran air mata. Tak disangka waktu berjalan begitu tergesa-gesa. Dan kegiatan LDKS 19 November-21 November ditutup dengan upacara penutupan. Saya pribadi merasa sangat bersyukur karena telah ikut serta. Dari program ini saya merasakan beberapa perubahan, dan ini membuat saya tergerak untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus berkembang dan berkembang. Segala sesuatu yang kami peroleh akan kami jaga dan terapkan ke dalam organisasi untuk lebih memajukan Madrasah menjadi lebih dan lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *